Cedera hati perlu memilih obat pengobatan oral yang tepat sesuai dengan penyebab spesifiknya, seperti obat antivirus seperti entecavir, interferon, glukokortikosteroid, obat pelindung hati, dan sebagainya. 1. Disebabkan oleh virus hepatitis. Jika kerusakan hati disebabkan oleh virus hepatitis B dan C, pasien yang pertama dapat menggunakan obat oral seperti entecavir, dan pasien yang kedua dapat menggunakan obat seperti sofosbuvir. Selain itu, dapat juga dilengkapi dengan obat interferon seperti interferon alfa untuk mengatur fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi replikasi virus. 2. Penyakit autoimun. Jika cedera hati disebabkan oleh penyakit autoimun, penggunaan klinis metilprednisolon dan glukokortikosteroid lainnya serta azatioprin dan imunosupresan lainnya sering digunakan untuk mengurangi respon imun. 3. Cedera hati kronis. Jika pasien mengalami cedera hati kronis, dan dikombinasikan dengan fibrosis hati yang jelas atau sirosis, obat pelindung hati seperti tablet glikyrrhizin majemuk dan glutation tereduksi sering digunakan sebagaimana mestinya di klinik. Disarankan bahwa jika ada cedera hati, konsultasikan dengan dokter tepat waktu dan pilihlah rencana perawatan yang paling tepat sesuai dengan penyebab penyakit.