Pembengkakan setelah bekam mungkin merupakan fenomena normal, atau mungkin disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti infeksi, alergi, dll. Anda harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengetahui penyebabnya.
1. Fenomena normal: Kulit di bawah kaleng api bengkak karena tekanan yang berlebihan antara bagian dalam kaleng api dan kulit, yang mengakibatkan pecahnya kapiler kulit. Ini adalah fenomena normal dan istirahat yang cukup sudah cukup.
2. Infeksi: Biasanya, tungku api tidak bersih dan menyebabkan bakteri, virus, dan patogen lainnya menyerang tubuh, mengakibatkan infeksi dan pembengkakan pada kulit. Pasien mungkin juga mengalami demam dan nyeri kulit. Bila situasinya serius, kulit di tempat bekam bisa menjadi nanah.
3. Alergi: umumnya disebabkan oleh kontak kulit dengan alergen, alergen akan merangsang sistem kekebalan tubuh, menghasilkan sejumlah besar histamin dalam jaringan manusia dan menyebabkan peradangan kulit, yang mengakibatkan gejala kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Seringkali pasien disertai dengan gatal, kulit kering bersisik dan gejala lainnya. Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
Jika pasien mengalami gejala seperti gatal, nyeri, demam, dll., ia harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebabnya dan kemudian di bawah bimbingan dokter untuk melakukan perawatan yang tepat.