Pengambilan sel telur betina berbahaya bagi tubuh, dan dapat menyebabkan infeksi panggul, sindrom hiperstimulasi ovarium, kerusakan pada organ-organ di sekitarnya, dan bahaya-bahaya lainnya. 1. Infeksi Panggul: Pengambilan sel telur melibatkan penusukan indung telur, yang akan meninggalkan luka pada indung telur. Jika lingkungan pengambilan sel telur tidak sesuai dengan standar bakteri yang berlebihan, hal ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran reproduksi, menyebabkan penyakit radang panggul dan penyakit lainnya, yang akan membahayakan kesehatan dan kesuburan wanita tersebut di masa depan. 2. Sindrom Hiperstimulasi Ovarium: Wanita harus mengonsumsi obat perangsang ovulasi selama pengambilan sel telur, karena sensitivitas individu yang berbeda terhadap obat, tingkat sensitivitas terhadap obat perangsang ovulasi juga berbeda, dan beberapa wanita akan mengalami ketidaknyamanan setelah mengonsumsi obat perangsang ovulasi. Selain itu, ovarium dapat terstimulasi secara berlebihan oleh dunia luar selama proses pengambilan sel telur, yang dapat menyebabkan asites, perut kembung, mual dan muntah, ovarium membesar, kesulitan bernapas, dan sindrom hiperstimulasi ovarium lainnya serta gejala tidak nyaman lainnya. 3. Kerusakan pada organ di sekitarnya: meskipun operasi pengambilan sel telur sederhana, namun terdapat risiko pembedahan, proses pengambilan sel telur dapat merusak organ-organ di sekitarnya, seperti usus, ureter, kandung kemih, dan organ-organ lainnya, yang berakibat kerusakan pada tubuh. Wanita harus pergi ke rumah sakit biasa untuk pengambilan sel telur, dan memperhatikan perawatan tubuh setelah pengambilan sel telur untuk menghindari infeksi dan gejala sisa.