Gejala kekurangan melatonin pada tubuh paruh baya dan lanjut usia

Kurangnya melatonin dalam tubuh orang paruh baya dan lanjut usia dapat mengurangi kualitas tidur manusia.
Melatonin adalah hormon fisiologis yang disekresikan oleh nukleus supraoptik hipotalamus tubuh manusia, dan fungsi utamanya adalah mengatur tidur tubuh manusia. Jika tubuh kekurangan melatonin, itu terutama akan menyebabkan gejala insomnia, yang memanifestasikan dirinya sebagai penurunan kualitas tidur, ketidakmampuan untuk tertidur untuk waktu yang lama, kualitas tidur kurang dari lima hingga enam jam, bangun lebih awal, dan peningkatan jumlah waktu bangun saat tidur, dll. Beberapa pasien mungkin juga menderita kesehatan mental di siang hari.
Beberapa pasien mungkin juga mengalami kinerja mental yang buruk di siang hari, kelelahan umum, kehilangan nafsu makan, kehilangan ingatan, konsentrasi yang buruk, dan ketegangan emosional, yang juga dapat memengaruhi kualitas belajar dan bekerja secara normal.
Kekurangan melatonin akan menyebabkan percepatan penuaan, kerusakan kulit, dan bahkan membuat tubuh memunculkan serangkaian penyakit kelainan fungsi kelenjar endokrin, seperti kelainan fungsi tiroid.
Selain itu, melatonin juga memiliki peran pengaturan dengan sistem peredaran darah manusia, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem kemih. Jika timbul gejala yang tidak nyaman, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menghindari pengobatan sendiri dan efek samping.