Bukankah hati memiliki saraf nyeri?

Tidak ada saraf nyeri pada parenkim hati yang normal, hanya peritoneum hepatikum (yaitu lapisan membran yang menutupi permukaan hati) yang kaya akan saraf nyeri. Kita sering mendengar bahwa hati adalah “organ yang diam” karena tidak ada saraf nyeri pada parenkim hati, dan ketika beberapa lesi kecil terjadi yang tidak melibatkan atau merusak periosteum hati, rasa sakit pada area hati tidak akan terasa. Hanya ketika lesi melukai periosteum, atau ketika lesi menarik periosteum hati, saraf sensorik akan terstimulasi, menyebabkan distensi dan nyeri tumpul di area hati. Karena karakteristik hati inilah, pasien dengan hepatitis kronis atau sirosis disarankan untuk memperhatikan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kemungkinan perubahan dini kanker pada hati.