Tes mandiri selama 6 menit untuk PPOK tidak dapat diandalkan. Diagnosis PPOK perlu dikombinasikan dengan gejala, tes pencitraan dan tes fungsi paru untuk membuat penilaian yang komprehensif. 1. Gejala: Pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sering kali memiliki gejala khas batuk, dahak, mengi dan sesak, yang memburuk selama eksaserbasi akut dan membaik selama remisi, dan sering kali dipicu oleh infeksi. 2. Pemeriksaan pencitraan: rontgen dada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik akan sering menunjukkan perubahan emfisema, selain adanya lesi saluran napas yang kecil. 3. Tes fungsi paru: pengukuran fungsi paru merupakan standar emas untuk diagnosis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang dapat menentukan apakah pasien mengalami keterbatasan aliran udara atau tidak, dan jika rasio volume ekspirasi detik pertama dengan volume ekspirasi paru kurang dari 70%, maka pasien dapat didiagnosis menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Singkatnya, klaim penilaian mandiri penyakit paru obstruktif kronik selama 6 menit tidak dapat diandalkan, dan pasien yang dicurigai menderita penyakit paru obstruktif kronik harus pergi ke rumah sakit secara teratur pada waktunya untuk diperiksa dan dinilai oleh dokter profesional.