Ada beberapa jenis klaudikasio intermiten

Secara klinis, klaudikasio intermiten dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu klaudikasio intermiten neurogenik, klaudikasio intermiten sumsum tulang belakang, dan klaudikasio intermiten vaskular.
1. Klaudikasio intermiten neurogenik: terutama mengacu pada lesi akar saraf tulang belakang atau batang saraf tepi pada tungkai bawah karena faktor kompresi eksogen, yang mengakibatkan nyeri dan mati rasa pada tungkai saat berjalan, yang dapat berkurang atau hilang secara otomatis setelah istirahat. Hal ini biasanya terlihat pada stenosis tulang belakang lumbal, herniasi diskus lumbal, resorpsi diskus lumbal, diseksi batas posterior lumbal atau sindrom saluran keluar panggul.
2. Klaudikasio intermiten yang berasal dari sumsum tulang belakang: sering kali berhubungan dengan lesi pada sumsum tulang belakang itu sendiri, seperti mielitis dan lesi materi abu-abu pada sumsum tulang belakang, dan kompresi oleh faktor eksternal, dan terutama bermanifestasi sebagai kelemahan, mati rasa, dan nyeri pada tungkai bawah setelah berjalan, yang dapat pulih setelah beristirahat, dan biasanya terlihat pada vaskulopati sumsum tulang belakang dan fistula arteriovenosa sumsum tulang belakang, serta penyakit lainnya.
3. Klaudikasio intermiten vaskular: terutama disebabkan oleh lesi vaskular berukuran kecil dan sedang pada tungkai bawah, seperti arteritis, yang menyebabkan iskemia perifer pada tungkai bawah, yang menyebabkan nyeri tungkai bawah, mati rasa, dan sebagainya. Hal ini biasa terjadi pada penyakit seperti vaskulitis tromboemboli, flebitis superfisial trombosis yang mengembara primer, periarteritis nodosa, kaki diabetes, dan sebagainya.
Oleh karena itu, ketika situasi di atas terjadi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan aktif.