Pseudobulbar palsy adalah serangkaian sindrom yang disebabkan oleh aktivitas abnormal pada otot-otot faring yang menyebabkan bicara cadel, tersedak saat melakukan manuver menelan, dan dapat disertai dengan tangisan yang kuat, tawa yang kuat, dan gejala lainnya.
Pseudobulbar palsy disebabkan oleh refleks hiperfaring dan kerusakan bilateral pada ikatan batang otak kortikal. Secara klinis, biasanya terlihat pada penyakit serebrovaskular, dan sebagian besar pasien akan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dalam berbicara, bersuara, dan makan.
Pada umumnya, pasien dengan pseudobulbar palsy pertama kali akan menunjukkan gejala kesulitan bicara pada tahap awal, seperti pengucapan yang teredam dan kasar. Selain itu, otot pengunyahan pasien akan mengalami kelumpuhan spasmodik, yang dimanifestasikan oleh gigi yang mengatup atau ketidakmampuan untuk menutup gigi, yang mengakibatkan kesulitan makan.
Disarankan agar pasien memperhatikan kelumpuhan pseudobulbar dan memilih pengobatan yang efektif di bawah bimbingan dokter untuk mencegah kondisi memburuk.