Apa yang harus dilakukan jika jempol kaki Anda terpelintir dan terasa sakit saat dipatahkan?

Ada banyak alasan mengapa jempol kaki yang terkilir terasa sakit saat Anda mematahkannya, termasuk trauma, tendinitis tendon lokal, dan kaki diabetes. Perawatannya meliputi pengereman, fisioterapi, pengobatan dan pembedahan. 1. Trauma: seperti terbentur, benda berat, dll., dapat menyebabkan memar jaringan lunak pada jempol kaki dan nyeri. Gejala ringan dapat dikontrol dengan menghindari kerja fisik dan beristirahat, dan umumnya tidak diperlukan pengobatan. Jika gejalanya lebih serius, seperti pecahnya ligamen atau patah tulang, Anda harus diistirahatkan dan diimobilisasi dengan gips, sedangkan cedera yang parah harus dijahit atau diposisikan ulang melalui pembedahan. 2. Tenosinovitis pada jempol kaki: terutama bermanifestasi sebagai kesemutan saat menekan atau mengangkat, dan rasa sakitnya akan bertambah parah saat berjalan. Gejala-gejalanya dapat diredakan dengan kompres panas dan fisioterapi, atau pengobatan oral dengan obat antiinflamasi nonsteroid seperti indometasin. 3. Kaki diabetik: Untuk pasien yang penyumbatan pembuluh darahnya tidak serius atau tidak ada indikasi untuk operasi, dapat dilakukan pengobatan, seperti infus intravena vasodilator seperti dipyridamole dan obat oral seperti tablet salvia untuk melancarkan peredaran darah. Mungkin juga ada penyebab lain dari nyeri jempol kaki, seperti asam urat, bunion, dll. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab nyeri dan kemudian memberikan pengobatan yang tepat. Obat-obatan di atas direkomendasikan untuk digunakan di bawah bimbingan dokter untuk menghindari pengobatan sendiri.