Agen imunologi, umumnya dikenal sebagai imunosupresan, adalah obat yang memiliki efek penghambatan terhadap respons imun tubuh, menghambat proliferasi dan fungsi sel yang terkait dengan respons imun (sel T dan B serta makrofag), dan dapat mengurangi respons imun antibodi. 1. Ada lima kategori utama imunosupresan yang umum digunakan: (1) Hormon glukokortikoid, seperti prednison asetat, metilprednisolon, dan sebagainya. (2) Metabolit mikroba, seperti siklosporin dan garcinia cambogia. (3) Antimetabolit, seperti azatioprin dan 6-merkaptopurin. (4) Antibodi anti-limfosit poliklonal dan monoklonal, seperti anti-limfosit globulin dan OKT3. (5) Agen pengalkilasi, seperti siklofosfamid. 2. Menurut metode sintesisnya, imunosupresan dapat diklasifikasikan secara luas menjadi: (1) Produk fermentasi mikroba: kelas CsA siklosporin, tacrolimus, rapamycin, dan turunannya. (2) Sintetis organik sepenuhnya: sebagian besar berasal dari zat antineoplastik, terutama zat pengalkilasi dan antimetabolit dari dua kategori utama. Termasuk hormon (hormon adrenokortikotropik, glukokortikoid), azatioprin, metotreksat, dan sebagainya. (3) Senyawa semi-sintetis (tablet salut enterik natrium mescaline) dan sebagainya. (4) Agen biologis (rituximab), dll. Jika pasien perlu mengonsumsi obat imun, harus mengikuti petunjuk dokter untuk mengatur penggunaan obat, dan tidak boleh menggunakan obat tanpa izin, agar tidak memperburuk kondisi.