Prinsip-prinsip pengobatan torakoskopi bau rubah

  Ada dua jenis kelenjar keringat pada manusia, yang satu berukuran kecil dan didistribusikan ke seluruh tubuh, fungsi utamanya adalah mengeluarkan keringat dan mengatur suhu tubuh; yang lainnya adalah kelenjar yang lebih besar, yang disebut kelenjar keringat (kelenjar pulpa bagian atas), yang didistribusikan di ketiak, area kemaluan dan area khusus lainnya, dan ketiak adalah yang paling banyak. Kelenjar keringat (kelenjar parietal) mengeluarkan cairan yang pada awalnya tidak berbau, tetapi ketika berada di ketiak dan dipecah oleh bakteri, cairan ini menjadi cairan yang berbau, umumnya dikenal sebagai bau rubah.  Pasien dengan ketiak yang berkeringat rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan baunya sangat kuat, menyebabkan kesusahan besar dalam hidup. Prinsip dasar pengobatan adalah menjaga kebersihan area tersebut dan membuang sekresi untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Jika bau ingin dihilangkan secara permanen, diperlukan perawatan bedah.  Perawatan bedah tradisional adalah mengangkat kelenjar keringat (kelenjar parietal) dari ketiak. Satu atau dua sayatan hampir 10 cm dibuat pada setiap sisi ketiak untuk mengangkat kelenjar keringat secara langsung, dan lukanya kemudian ditutup. Namun, metode ini memiliki kelemahan berupa luka yang besar, bekas luka yang terlihat dan waktu pemulihan yang lama.  Dalam beberapa tahun terakhir, dengan penggunaan bedah simpatik torakoskopik, lebih dari 95% pasien telah mengalami pengurangan atau penghentian keringat ketiak yang nyata, yang secara signifikan telah memperbaiki bau masa lalu.