Beberapa pasien kanker paru stadium awal tidur secara tidak normal, seperti insomnia, teror malam, dan melamun. 1. Insomnia: Insomnia tidur pada kanker paru stadium awal dapat disebabkan oleh kesulitan tidur karena kesulitan bernapas yang disebabkan oleh kanker paru, atau terbangun setelah tertidur karena sesak napas atau batuk, dan kemudian kesulitan untuk tertidur lagi setelahnya. Perlu diketahui bahwa insomnia juga dapat terjadi ketika bangun pagi, yang akan sangat mempengaruhi kualitas tidur. 2. Teror malam: Teror malam pada kanker paru stadium awal dapat disebabkan oleh batuk, sesak napas atau sesak napas akibat kanker paru, yang dapat menyebabkan terbangun dengan mata melotot, sesak napas, detak jantung yang cepat dan gelisah dalam mimpi, dan biasanya akan tertidur kembali setelah gejala-gejala tersebut hilang. 3. Melamun: Pasien kanker paru stadium awal sering melamun, yang mungkin disebabkan oleh kanker paru yang menyebabkan sesak dada dan sesak napas, dll. Pasien cenderung mengalami mimpi buruk, berteriak dan mengerang, serta terbangun dengan ketegangan emosional, jantung berdebar, dan keringat dingin. Perhatikan bahwa selain kelainan tidur pada kanker paru stadium awal, mungkin terdapat gejala pernapasan lainnya, seperti dahak berdarah, batuk kering, atau perburukan gejala pernapasan asli. Pada saat ini, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan tepat waktu untuk deteksi dini dan pengobatan.