Reaksi kaget terjadi pada masa bayi, sering dimanifestasikan sebagai bayi tidak dapat tidur nyenyak, tangan mengepal berkedut, disertai dengan kedutan otot wajah dan sebagainya. Reaksi kaget tidur bayi, terutama karena korteks serebral bayi yang masih muda belum berkembang sempurna, rangsangan saraf tidak mudah dihambat, sehingga akan terjadi fenomena reaksi kaget, kejang biasanya mengepalkan tangan, mulut mendengus pelan, seluruh tubuh beberapa otot berkedut, tertidur setelah meronta-ronta dan sering terbangun sambil menangis. Reaksi lompatan tidur bayi, harus sesuai dengan yang menenangkan, usahakan agar ruangan tetap tenang, dan pada saat yang sama mengamati perkembangan bayi, jika perlu, diagnosis dan pengobatan dini, untuk menghindari munculnya penyakit serius atau gejala sisa.