Anak yang selalu berkedip mungkin berhubungan dengan kelainan refraksi, ADHD, mata kering, konjungtivitis alergi, dll. 1. Kelainan refraksi: merupakan penyakit mata yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Jika seorang anak memiliki kelainan refraksi, ia mungkin mencari kualitas penglihatan yang lebih baik dengan cara sering berkedip. 2. ADHD: salah satu gangguan perkembangan otak dan perilaku kronis yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Jika pasien menderita ADHD, ia akan memiliki gerakan-gerakan yang tidak biasa seperti berkedip, serta gejala kurang perhatian. 3. Mata kering: Pasien ini akan memiliki lebih sedikit air mata, dan akan sering berkedip untuk meredakan ketidaknyamanan seperti sensasi benda asing dan rasa terbakar pada mata. 4. Konjungtivitis alergi: Peradangan pada mata dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan sering berkedip pada anak kecil. Hal ini dapat disertai dengan hidung tersumbat, kemerahan, nyeri, gatal, fotofobia, peningkatan sekresi, air mata dan gejala lainnya. Anak-anak yang selalu berkedip, harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan guna mengetahui penyebab dan pengobatannya.