Tergantung pada kondisi fisik dan tingkat keparahannya, cedera hamstring paha dapat muncul dengan gejala-gejala seperti nyeri lokal, pembengkakan, ekimosis, dan gerakan terbatas. Cedera hamstring umumnya mengacu pada cedera pada jaringan lunak seperti tendon, ligamen, otot, dll. Cedera ini biasanya disebabkan oleh kontraksi otot, tendon, atau ligamen yang tiba-tiba selama latihan, yang mengakibatkan ketegangan jaringan lunak, ekstensi dan fleksi yang terbatas, atau bahkan robek. 1. Nyeri lokal: kerusakan dan kejang pada jaringan lunak paha dapat menstimulasi saraf dan memicu nyeri lokal. Jika kontraksi otot sangat kuat, hal ini dapat menyebabkan fraktur avulsi dan menimbulkan rasa sakit yang parah. 2. Pembengkakan: Peradangan aseptik terjadi ketika jaringan lunak rusak, yang mengakibatkan pembengkakan. 3. Ekimosis: Ketika paha melakukan latihan yang berat, kapiler dapat rusak dan darah bocor dari kapiler yang rusak, sehingga menyebabkan ekimosis subkutan. 4. Gerakan terbatas: Ketika otot, tendon, dan ligamen paha di dekat persendian tegang atau kejang, hal ini dapat menyebabkan gerakan persendian yang terbatas. Jika salah satu gejala di atas terjadi, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan perawatan dini dan teratur.