Kurangnya buang air besar bisa jadi merupakan konstipasi, dan tidak ada solusi yang cepat. Sembelit fungsional yang disebabkan oleh kurangnya serat dalam makanan atau berkurangnya frekuensi buang air besar dapat diatasi dengan enema buatan, obat-obatan, perbaikan pola makan dan gaya hidup, dll. Penyebab umum sembelit organik lainnya termasuk tumor usus, torsio usus, intususepsi, dll., yang harus ditangani dengan pembedahan. 1. Enema buatan: petugas medis akan memasukkan selang ke dalam anus dan menyuntikkan cairan ke dalam selang, cairan tersebut akan membuat tekanan di dalam usus meningkat dan menekan anus untuk menghasilkan keinginan buang air besar, dan kotoran di dalam usus serta cairan akan mengalir keluar bersamaan pada saat itu. 2. Obat: Obat pencahar seperti Keswel, polietilen glikol, laktulosa, dll. Obat-obatan ini dapat merangsang gerakan peristaltik usus, dan dapat digunakan untuk pengobatan diare. Obat-obatan ini dapat merangsang gerak peristaltik usus, melunakkan feses, melumasi saluran usus untuk melancarkan buang air besar. Stimulan gastrointestinal seperti mosapride. Obat pengatur flora usus seperti probiotik juga dapat meningkatkan gerak peristaltik usus. 3. Perbaiki pola makan dan gaya hidup: Makanlah lebih banyak makanan yang kaya akan serat seperti bayam dan seledri. Serat makanan dapat meningkatkan motilitas saluran cerna. Olahraga yang tepat juga dapat meningkatkan motilitas saluran cerna. 4. Penyebab konstipasi organik: Obstruksi usus yang disebabkan oleh tumor usus harus diangkat melalui pembedahan sesegera mungkin untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Torsio usus dan intususepsi harus dilakukan pembedahan tepat waktu untuk mengembalikan kondisi normal usus, jika terjadi nekrosis usus, maka harus dilakukan pengangkatan segmen usus yang mengalami nekrosis. Jika gejala sembelit tidak membaik secara signifikan, pasien harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab sembelit dan dirawat di bawah bimbingan dokter.