Cara Mendiagnosis Kanker Tenggorokan

Untuk mendiagnosis kanker tenggorokan, perlu untuk menggabungkan gejala klinis pasien, laringoskopi elektronik, pemeriksaan CT leher yang disempurnakan, biopsi patologis, dan pemeriksaan lainnya untuk membuat diagnosis yang jelas.
1. Gejala klinis: Gejala klinis utama kanker faring meliputi: sakit tenggorokan, sensasi benda asing, suara serak, batuk berdarah, kesulitan menelan, dan bahkan sesak napas pada kasus yang serius. Kanker faring lebih sering terjadi pada pria paruh baya dan lanjut usia, yang memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, dan kebiasaan buruk lainnya dalam jangka panjang.
2. Pemeriksaan CT laringoskopi elektron dan peningkatan leher: Untuk pasien paruh baya dan lanjut usia dengan gejala di atas, secara rutin dianjurkan untuk meningkatkan pemeriksaan laringoskopi elektron, dan pemeriksaan NBI dapat dilakukan jika ada kondisi. Pemeriksaan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih intuitif mengenai ruang lingkup lesi di tenggorokan dan tingkat peradangan. Dengan pemeriksaan CT leher yang disempurnakan, kita dapat memahami ruang lingkup lesi dan apakah ada metastasis di kelenjar getah bening leher.
3. Biopsi patologis: Untuk pasien dengan kecurigaan tinggi terhadap tumor ganas, dianjurkan untuk melakukan biopsi patologis pada waktunya untuk memperjelas sifatnya.
Oleh karena itu, jika dicurigai menderita kanker tenggorokan, perlu segera ke rumah sakit untuk meningkatkan pemeriksaan yang relevan dan menstandarisasi pengobatan.