Kasus tipikal Perempuan, 13 tahun. Tuli bilateral mendadak selama 5 hari. Pasien mengalami tuli bilateral secara tiba-tiba dengan pusing, sakit kepala dan kelemahan anggota tubuh saat berlari di kelas olahraga 5 hari yang lalu. Dia segera diperiksa di rumah sakit setempat, di mana tes pendengaran menunjukkan tuli berat bilateral dan diagnosis “tuli mendadak” dibuat. Karena ketulian dan kelemahan anggota tubuh yang tidak kunjung membaik, ia datang ke Kotter Needs Clinic pada pagi hari tanggal 23 April 2015. Pemeriksaan klinis: pasien duduk di kursi roda, tertekan, membran timpani masih utuh dan ditandai dengan jelas di kedua telinga, tes garpu tala menunjukkan hilangnya konduksi tulang udara aural secara bilateral, audiometri nada murni menunjukkan tuli yang sangat parah di kedua telinga, tes respons batang otak pendengaran menunjukkan latensi gelombang I-V yang normal di kedua telinga, emisi otoakustik menunjukkan DPOAE yang kurang lebih normal, tes resistensi konduksi akustik menunjukkan kurva timpani tipe A di kedua telinga, dan ambang batas refleks otot stapedius adalah 70-80 dB. Analisis hasil tes mengkonfirmasi diagnosis Tuli fungsional bilateral didiagnosis. Setelah 20 menit, pendengaran pasien kembali normal pada kedua telinga dan audiometri nada murni segera diulang. Pada saat yang sama, pasien dapat meninggalkan kursi roda.