Tuli mendadak, juga dikenal sebagai tuli idiopatik atau tuli yang hebat, adalah keadaan darurat otologik yang umum terjadi, yaitu timbulnya tuli sensorineural sedang hingga berat secara tiba-tiba, yang dapat berkembang menjadi tuli yang parah dalam beberapa menit, jam atau 1-2 hari, yang sering disertai dengan tinnitus, dan pada beberapa kasus, vertigo, pandangan berputar, mual dan muntah. Etiologi tuli mendadak tidak diketahui, dengan berbagai kemungkinan penyebab dan patogenesis yang berbeda. Hal ini mungkin terkait dengan gangguan mikrosirkulasi telinga bagian dalam, infeksi virus, gangguan metabolisme, gangguan autoimun, dan perubahan tekanan yang tiba-tiba di telinga bagian dalam. Ciri yang paling khas dari tuli mendadak adalah timbulnya gangguan pendengaran secara tiba-tiba dan persepsi suara yang jauh, dan pasien sering kali dapat mengingat waktu yang tepat saat terjadinya. Kejadian tuli mendadak biasanya terjadi pada satu telinga, tetapi pada sekitar 4-17% kasus terjadi pada kedua telinga, dengan kejadian yang kurang lebih sama pada kedua telinga dan tidak ada perbedaan jenis kelamin yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian tuli mendadak telah meningkat dan usia pasien semakin muda. Karena perkembangan sosial, laju kehidupan semakin cepat dan persaingan sosial semakin ketat, yang menyebabkan ketegangan mental, kelelahan, dan tekanan kerja yang berlebihan, yang dapat dengan mudah menyebabkan tuli mendadak. Ketulian mendadak, jika tidak diobati, dapat menyebabkan ketulian seumur hidup dan harus ditangani dengan serius. Sekitar 1/3 pasien dapat pulih pendengarannya setelah beristirahat yang cukup, tetapi sebagian besar pasien bergantung pada pengobatan dan semakin dini mereka memeriksakan diri, semakin baik hasilnya. Jika pengobatan dimulai dalam waktu seminggu setelah timbulnya penyakit, lebih dari 80% pasien akan sembuh atau mendapatkan kembali pendengarannya. Jika pengobatan tidak diobati selama lebih dari satu bulan, kemungkinan untuk sembuh akan berkurang secara signifikan. Beberapa pasien akan mengalami ketulian yang permanen dan parah. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari pertolongan medis segera setelah gejala-gejala seperti gangguan pendengaran, tinitus, nyeri telinga dan telinga tersumbat muncul, agar tidak melewatkan pengobatan. Pengobatan dini dengan kortikosteroid dapat secara signifikan meningkatkan hasilnya.