Ovulasi perlu diukur secara terus menerus dan tidak ada waktu yang tepat untuk mengukurnya. Ovulasi dapat dipantau dengan menggunakan strip tes ovulasi atau dengan ultrasound. Ovulasi dapat dideteksi dengan menggunakan urin pagi setiap pagi sejak hari ke-11 menstruasi hingga terdeteksi positif kuat, dan kemudian setiap 4 jam, setelah ovulasi, tes akan berubah menjadi positif lemah. Untuk wanita dengan siklus menstruasi yang teratur, pemantauan ovulasi biasanya dimulai pada hari ke-10 menstruasi, dan dipantau setiap dua hari sekali hingga folikel yang matang muncul. Jika folikel tersebut pecah, berarti ovulasi telah terjadi, dan senggama dapat dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Pemantauan ovulasi tidak hanya sekali, perlu dipantau beberapa kali untuk mengetahui waktu ovulasi. Wanita juga harus rileks saat memantau ovulasi, jangan gugup dan cemas, agar tidak mempengaruhi kehamilan.