Terapi bertarget berbeda dengan kemoterapi dalam hal prinsip terapi, efek terapi, dan biaya.
1. Prinsip terapi yang berbeda: Terapi bertarget berperan dalam menargetkan karakteristik biologis molekuler sel tumor, yang sangat tepat sasaran dan dapat membuat sel tumor mati secara spesifik. Kemoterapi, di sisi lain, menggunakan obat kimia pada sel tumor yang berkembang biak dengan cepat, menghancurkan struktur DNA dan fungsi sel tumor, menghambat pertumbuhan, replikasi, pembelahan, dan proses lainnya, serta membuat sel tumor kehilangan kemampuan untuk tumbuh.
2. Efek terapi yang berbeda: terapi bertarget hanya bekerja pada sel tumor yang mengandung penanda target, dan kerusakan pada sel normal adalah kecil; sedangkan obat kemoterapi adalah serangan tanpa pandang bulu, yang akan menyebabkan serangan obat kemoterapi pada jaringan dan organ biasa dan terjadinya efek samping yang lebih jelas dan serius.
3. Biaya yang berbeda: Karena terapi target adalah metode pengobatan yang relatif baru, obat yang digunakan lebih mahal, dibandingkan dengan kemoterapi, perbedaan harganya sangat signifikan. Bagi pasien dengan kondisi keuangan keluarga rata-rata, mereka mungkin tidak dapat menanggung beban keuangan dari terapi target, sedangkan kemoterapi relatif murah dan umumnya terjangkau oleh pasien.
Baik itu terapi target maupun kemoterapi, keduanya harus dipilih dan dilaksanakan oleh dokter, dan individu tidak boleh menggunakan kemoterapi atau obat yang ditargetkan tanpa izin.