Silindris tidak dapat diukur dengan sendirinya dan memerlukan pemeriksaan optometri di rumah sakit untuk menentukan posisi aksial silindris pasien.
Posisi aksial pasien dengan astigmatisme biasanya diukur di klinik dengan menggunakan optometri terkomputerisasi atau optometri manual. Karena kekuatan refraksi kornea yang berbeda pada meridian yang berbeda, sinar cahaya paralel yang dibiaskan oleh kornea akan membentuk titik fokus yang berbeda, dan kondisi refraksi ini disebut astigmatisme. Posisi aksial astigmatisme biasanya merupakan posisi meridian di mana kekuatan refraksi astigmatisme tertinggi berada, dan tidak mungkin untuk mendapatkan posisi aksial astigmatisme pasien dengan pengukuran sendiri.
Pengukuran sumbu astigmatisme biasanya dilakukan dengan optometri terkomputerisasi atau optometri manual, di mana derajat astigmatisme dan sumbu astigmatisme ditandai dengan jelas pada strip optik optometri terkomputerisasi, sedangkan sumbu astigmatisme pasien juga dapat diperoleh melalui pengukuran bayangan atau pemasangan film secara manual.
Selain posisi aksial astigmatisme, pasien biasanya perlu diperiksa ketajaman penglihatan, kelengkungan kornea, topografi kornea, dan lain-lain, untuk memperjelas status refraksi pasien.
Pasien dengan astigmatisma disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk menilai kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan.