Efek samping yang umum terjadi adalah nyeri, penyembuhan epitel kornea yang tertunda, dan koreksi refraksi yang buruk. 1. Nyeri: Nyeri di lokasi operasi dapat dicegah dengan mengoleskan salep mata antibiotik seperti salep mata eritromisin untuk mencegah infeksi, dan obat pereda nyeri seperti obat pereda nyeri dapat diminum jika perlu. 2. Penyembuhan epitel kornea yang tertunda: epitel kornea masih belum sembuh setelah 3 sampai 5 hari setelah operasi, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi, antibiotik seperti obat tetes mata levofloksasin dan obat tetes mata lainnya dapat digunakan, serta lensa kontak kornea dapat dipakai untuk mempercepat penyembuhan epitel kornea. 3. Koreksi refraktif yang buruk: ketajaman penglihatan yang dikoreksi lebih rendah daripada ketajaman penglihatan yang diharapkan, terdapat refraktif kurang atau refraktif lebih, beberapa di antaranya dapat dipulihkan secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu, sementara kasus yang parah mungkin memerlukan 2 kali operasi untuk mengoreksinya. Mungkin terdapat efek samping lain dari bedah laser pada mata, seperti gangguan penglihatan dini, keratitis interlaminar difus, dll. Pemeriksaan rutin harus dilakukan setelah bedah untuk menentukan pemulihan penglihatan. Semua obat di atas harus digunakan di bawah pengawasan dokter. Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin dan pengobatan dini jika ada ketidaknyamanan.