Ikan asin bersifat karsinogenik. Ikan asin sering muncul di atas meja, termasuk dalam makanan asin, dalam proses pengolahannya akan menambahkan banyak garam, yang menghasilkan dimetil nitrit, di dalam tubuh lebih mudah diubah menjadi dimetil nitrosamin. Dimethylnitrosamine adalah karsinogen yang kuat, kanker nasofaring, kanker kerongkongan, kanker perut dan banyak kanker lainnya yang terkait dengan dimethylnitrosamine. Pada awal tahun 2017, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan ikan asin sebagai karsinogen kelas 1. Selain itu, makanan seperti telur asin, daging asin, dan ham juga dapat menyebabkan kanker. Dalam proses diet, disarankan untuk mengurangi asupan makanan asin dan mengontrol asupan nitrat dan nitrit secara ketat untuk mengurangi kemungkinan memicu kanker. Sementara itu, fokuslah pada kecocokan pola makan dan gizi seimbang.