Strabismus dapat disebabkan oleh strabismus kongenital dan juga disregulasi pusat pergerakan mata.
1. Strabismus kongenital: Apabila seorang anak ditemukan memiliki penglihatan abnormal dalam waktu 6 bulan setelah lahir dan didiagnosis menderita strabismus setelah pemeriksaan, maka hal ini disebut sebagai strabismus kongenital, yang terutama disebabkan oleh posisi anatomis otot ekstraokular yang abnormal, perkembangan abnormal, atau kelumpuhan saraf yang mempersarafi otot.
2. Disregulasi pusat gerakan mata: Pasien dengan disregulasi pusat gerakan mata, pengumpulan bola mata yang tidak memadai atau adduksi yang berlebihan dapat menyebabkan gejala strabismus.
Ketika pasien memiliki gejala strabismus, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan mendetail, membuat diagnosis, dan memilih perawatan standar di bawah bimbingan dokter.