Radioterapi, yaitu radioterapi, terdiri dari lima bagian: penentuan posisi, pemindaian simulasi CT, perencanaan, validasi rencana, dan inisiasi radioterapi. 1. Pemosisian: Pasien dibantu dalam pemosisian sebelum radioterapi dengan menggunakan fiksasi postural, melalui penggunaan perangkat fiksasi tambahan, seperti beberapa tumor kepala, wajah dan leher serta tumor tiroid, penggunaan metode pemodelan tubuh untuk membantu: pasien dipasang pada pispot dengan harapan dapat mengurangi goyangan saat radioterapi, dan metode tambahan lainnya termasuk rangka tubuh, bantalan vakum dan sebagainya, yang dapat membantu fiksasi pasien. 2. Pemindaian simulasi CT: Segera setelah memposisikan pasien, pemindaian simulasi dilakukan untuk memindai dan memeriksa lesi dan area sekitarnya, dan kemudian area target dicentang setelah selesai. Dokter akan mengklarifikasi luasnya invasi tumor dan luasnya organ normal yang perlu dilindungi melalui gambar simulasi yang terbentuk. 3. Perumusan rencana: Setelah menentukan lokasi radioterapi, dokter akan menyerahkan gambar area target kepada ahli radioterapi, yang akan memilih rencana perawatan sesuai dengan rentang radioterapi yang digariskan oleh dokter, mencoba meningkatkan dosis radiasi ke lokasi tumor dan mengurangi dosis radiasi ke bagian normal di sekitarnya, sehingga dapat mengobati tumor tanpa merusak jaringan normal sejauh mungkin. 4. Validasi rencana: Di klinik, dokter akan memvalidasi rencana sesuai dengan rencana perawatan yang dipilih dan menilai apakah rencana tersebut sesuai dengan persyaratan perawatan. 5. Memulai radioterapi: Setelah proses di atas, pasien dapat memasuki perawatan rutin harian.