Mati rasa pada kaki yang berusia tujuh puluh enam tahun dapat disebabkan oleh faktor fisiologis, penyakit tulang belakang lumbal, diabetes, penyakit pembuluh darah tungkai bawah, penyakit serebrovaskular, dan faktor lainnya. 1. Faktor fisiologis: lansia mempertahankan postur tubuh terlalu lama atau kaki tertekan, mudah muncul mati rasa pada kaki, aktivitas yang wajar dapat ditingkatkan sendiri, tidak perlu melakukan perawatan lain. 2. Spondilosis lumbal: seiring bertambahnya usia, tulang belakang lumbal akan muncul perubahan degeneratif, dapat menyebabkan herniasi diskus lumbal, stenosis lumbal, spondilolistesis lumbal dan lesi lainnya, saraf yang mempersarafi tungkai bawah yang disebabkan oleh kompresi, akan menyebabkan mati rasa pada kaki, disertai mati rasa pada tungkai, tungkai bawah, rasa sakit yang menjalar dan gejala lainnya. 3. Diabetes: orang berusia tujuh puluh enam tahun yang menderita diabetes dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer, menyebabkan neuropati perifer, yang akan menyebabkan mati rasa pada kaki dan juga mati rasa pada tangan, yang dapat disertai dengan hiperalgesia. 4. Lesi vaskular tungkai bawah: bila terdapat lesi vaskular pada tungkai bawah, seperti varises, vaskulitis, dan lain-lain, yang dapat memengaruhi sirkulasi darah pada kaki, dan menyebabkan mati rasa pada kaki, yang dapat disertai pembengkakan, nyeri, dan gejala lainnya. 5. Lesi serebrovaskular: bila lansia memiliki lesi serebrovaskular, juga rentan terhadap mati rasa pada kaki, seperti infark serebral kavernosus, pendarahan otak, dll., yang dapat menyebabkan disfungsi anggota tubuh pada kasus yang parah. Mati rasa kaki yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama, harus waspada terhadap faktor penyakit, dianjurkan untuk mencari perawatan medis untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.