Anemia adalah sindrom di mana volume eritrosit dalam darah tepi tubuh manusia berkurang di bawah batas bawah kisaran normal, yang mengakibatkan suplai oksigen tidak mencukupi ke jaringan dan organ tubuh. 1. Secara klinis, tes konsentrasi hemoglobin biasanya digunakan sebagai pengganti tes volume sel darah merah, dan pria dengan hemoglobin <120g/L dan wanita <110g/L dianggap anemia. 2. Jenis anemia yang berbeda disebabkan oleh alasan yang berbeda. Secara klinis, ada beberapa jenis anemia yang umum terjadi yang disebabkan oleh kelainan sel punca hematopoietik (misalnya anemia aplastik), anemia yang disebabkan oleh kurangnya bahan baku hematopoietik (misalnya anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik), anemia hemolitik (misalnya talasemia, anemia sel sabit), dan lain-lain. Selain itu, anemia juga dapat terjadi pada pasien dengan perdarahan saluran cerna dan wanita dengan aliran menstruasi yang berlebihan. 3. Manifestasi klinis yang umum terjadi pada pasien anemia termasuk pusing, sakit kepala, tinnitus, insomnia, melamun, kehilangan ingatan, jantung berdebar, sesak napas, sesak napas, kehilangan nafsu makan, perut kembung, mual, sembelit, serta kulit dan selaput lendir yang pucat. Pengingat: pasien dengan anemia yang ditemukan dalam pemeriksaan darah rutin harus berkonsultasi dengan departemen hematologi tepat waktu untuk lebih meningkatkan pemeriksaan yang relevan, untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan dirawat di bawah bimbingan dokter jika perlu.