Secara klinis, frekuensi buang air kecil dibagi menjadi frekuensi fisiologis dan frekuensi patologis. Sering buang air kecil mengacu pada peningkatan jumlah kali pasien buang air kecil per unit waktu, tetapi volume air seni berkurang. Orang normal buang air kecil 4-8 kali sehari, biasanya buang air kecil 4-6 kali pada siang hari dan 0-2 kali pada malam hari. Secara klinis, frekuensi buang air kecil biasanya dibagi menjadi frekuensi buang air kecil fisiologis dan frekuensi buang air kecil patologis sesuai dengan penyebab penyakit. Frekuensi kemih fisiologis mengacu pada peningkatan jumlah buang air kecil karena faktor mental, iklim, air minum dan alasan lainnya. Tubuh tidak memiliki lesi organik, tidak ada desakan kemih, nyeri kemih, dan gejala lainnya. Frekuensi kemih patologis dapat dibagi menjadi frekuensi kemih poliurik, frekuensi kemih inflamasi, frekuensi kemih neurogenik, frekuensi kemih penurunan kapasitas kandung kemih, frekuensi kemih yang disebabkan oleh lesi periuretra, dan sebagainya. Jika ada gejala frekuensi kemih, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa tepat waktu.