Pilek dan batuk pada pasien kanker payudara dapat berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, pneumonia, dan penyebab lainnya. Pasien perlu memperhatikan istirahat, minum lebih banyak air, makan makanan yang mudah dicerna, memperhatikan ventilasi, dll. Beberapa pasien juga perlu menggunakan obat-obatan. Infeksi saluran pernapasan atas biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan infeksi virus, dan pasien kanker payudara dengan daya tahan tubuh yang buruk dapat memicu pilek dan batuk. Pilek dan batuk akan terjadi ketika suara pasien kanker payudara dirangsang oleh mikroorganisme dan infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput lendir trakea dan saluran bronkial. Peradangan atau pembengkakan jaringan paru-paru pada pasien kanker payudara juga dapat menyebabkan gejala demam dan batuk. Pasien yang mengalami demam, nyeri otot, dan sakit kepala dapat mengonsumsi obat antipiretik dan analgesik seperti aspirin majemuk, indometasin, asetaminofen, dan ibuprofen. Obat penekan batuk, seperti dekstrometorfan, dapat digunakan dalam jumlah sedang untuk batuk yang parah, bahkan jika batuk tersebut mengganggu istirahat. Untuk pasien yang ditemukan memiliki infeksi bakteri atau virus, pengobatan antibiotik perlu dipilih. Ketika pasien kanker payudara menderita pilek dan batuk, mereka harus pergi ke rumah sakit secara teratur tepat waktu untuk didiagnosis dan mengklarifikasi penyebab penyakitnya sebelum pengobatan.