Orang dengan epilepsi ringan sering kali tidak berdampak pada harapan hidup; pada kasus yang parah, mereka dapat meninggal dalam beberapa tahun, atau mereka dapat meninggal secara tiba-tiba sebagai akibat dari kejang yang menyebabkan kecelakaan seperti kecelakaan mobil dan jatuh ke dalam air. Harapan hidup mereka terkait dengan status kejang, kondisi fisik yang berbeda, dan kondisi kontrol yang berbeda. 1. Status kejang: Pada beberapa pasien, epilepsi mungkin hanya berupa kejang-kejang kecil, yang tidak secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari dan sering kali tidak memengaruhi harapan hidup normal. Beberapa pasien mungkin memulai dengan bentuk kejang grand mal, atau bahkan kondisi epilepsi yang menetap, yang dapat mengancam jiwa karena kejang-kejang. 2. Status fisik: Orang muda dengan status fisik yang baik dan kontrol epilepsi yang lebih baik biasanya tidak mempengaruhi harapan hidup. Orang tua atau mereka yang memiliki kondisi fisik yang lebih buruk dapat mengalami satu atau dua kali kejang besar, yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. 3. Status terkendali: Beberapa pasien mungkin mengalami kejang grand mal, tetapi pengendalian secara keseluruhan sangat baik, dengan kejang yang terjadi sekali atau dua kali setahun, dan ini umumnya tidak memengaruhi harapan hidup normal. Beberapa pasien mungkin memiliki kontrol yang sangat buruk, dengan kejang yang sering terjadi, dan bahkan mungkin mengalami kecelakaan yang mengancam jiwa. Disarankan agar harapan hidup pasien epilepsi dinilai secara holistik, dan agar pasien disarankan untuk mencari bantuan medis lebih lanjut pada waktu yang tepat.