Efek samping dari berhenti merokok termasuk pusing, kelelahan, mengantuk, mudah tersinggung, dan manifestasi lainnya. Bagi pasien yang telah merokok dalam waktu lama, penghentian merokok secara tiba-tiba akan mengakibatkan reaksi putus zat, yang sering kali bermanifestasi sebagai rasa tidak enak badan, gelisah, haus, pusing, sakit kepala, dan kondisi pikiran yang tertekan. Namun, reaksi putus zat bersifat sementara, dan gejala-gejala ini akan hilang setelah pasien melalui proses putus zat dan berhasil berhenti merokok. Manfaat berhenti merokok sangat banyak, pasien dapat menunjukkan perbaikan nafsu makan dan fungsi pencernaan, karena nikotin dan tar pada tembakau akan menstimulasi mukosa saluran cerna, dan setelah berhenti merokok gejala rangsangan tersebut menghilang, maka fungsi pencernaan pun meningkat. Selain itu, berhenti merokok juga dapat mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular serta penyakit paru obstruktif kronik. Jika ketidaknyamanan yang tak tertahankan terjadi selama proses berhenti merokok, perawatan medis tepat waktu diperlukan.