Apa yang harus dilakukan jika bola mata tetap terbatas dengan diplopia setelah operasi fraktur orbital

Setelah operasi fraktur orbita, gerakan mata masih terbatas dan terdapat diplopia, maka diperlukan pemeriksaan CT orbita, yang mungkin disebabkan oleh adhesi antara otot ekstraokular dan jaringan di sekitarnya atau kelumpuhan otot ekstraokular, dan pasien dapat diobati dengan obat atau operasi sesuai dengan instruksi dokter.
1. Perlekatan jaringan: Fraktur orbita dapat dengan mudah menyebabkan keterbatasan gerakan otot ekstraokular, yang menyebabkan gangguan gerakan mata dan diplopia, yang dikenal sebagai strabismus restriktif. Setelah perawatan bedah, beberapa gejala pasien belum hilang dan perlu melakukan CT orbital, yang mungkin disebabkan oleh adhesi antara otot ekstraokular dan jaringan di sekitarnya. Pasien dapat diobati dengan pembedahan untuk melonggarkan jaringan adhesif sehingga dapat memperbaiki diplopia.
2. Kelumpuhan otot ekstraokular: Beberapa pasien mungkin menderita kelumpuhan otot ekstraokular yang disebabkan oleh trauma, yang mengakibatkan diplopia dan keterbatasan gerakan mata. Pasien dapat menggunakan obat neurotropik yang diresepkan oleh dokter untuk meningkatkan pemulihan fungsi otot ekstraokular, seperti tablet metilkobalamin.
Disarankan agar pasien dengan gerakan mata terbatas dan diplopia berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menilai kondisinya dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.