Pengobatan konservatif untuk osteonekrosis kepala femoralis biasanya memungkinkan untuk melepaskan diri dari kruk dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Memilih metode pengobatan yang tepat juga dapat meringankan gejala dan mempersingkat waktu penggunaan kruk. Metode pengobatan konservatif yang umumnya digunakan di klinik meliputi: obat vasodilator, obat antiinflamasi nonsteroid, penggunaan agen dehidrasi, fisioterapi, dan sebagainya. 1. Obat vasodilator: Prostadil dan obat vasodilator lainnya dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah di kepala femur dan meningkatkan kapasitas perbaikan lokal. 2. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): OAINS seperti diklofenak, etoricoxib, celecoxib, dan lain-lain dapat digunakan untuk meredakan nyeri lokal. 3. Penggunaan agen dehidrasi: nekrosis kepala femoralis dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga sumsum tulang, dapat menggunakan agen dehidrasi manitol untuk mengurangi edema sumsum tulang dan memperbaiki gejalanya. 4. Fisioterapi: seperti terapi stimulasi medan elektromagnetik frekuensi tinggi, terapi gelombang kejut ekstrakorporeal. Selain itu, pasien dapat mengurangi berat badannya sendiri untuk mengurangi tekanan pada kepala femur untuk meredakan nyeri. Waktu abduksi juga berkaitan dengan usia dan kondisi fisik pasien, sehingga disarankan agar pasien memilih waktu abduksi sesuai dengan kondisinya sendiri setelah berkonsultasi dengan dokter profesional. Penggunaan obat harus sesuai dengan saran medis.