Biasanya, vaksin dapat diberikan enam minggu setelah melahirkan, ketika semua organ tubuh ibu, kecuali kelenjar susu, telah kembali ke kondisi tidak hamil.
Vaksin ini merangsang respons imun dalam tubuh, yang pada gilirannya menghasilkan antibodi terhadap virus untuk mencegah infeksi. Karena belum diketahui secara pasti apakah vaksin ini akan memengaruhi janin, maka wanita tidak boleh menerima vaksin ini selama kehamilan.
Setelah melahirkan, organ dan sistem tubuh akan berangsur-angsur pulih hingga kembali ke kondisi tidak hamil. Biasanya, 6 minggu setelah melahirkan, sistem kekebalan tubuh ibu pada dasarnya telah pulih dan kondisi fisiknya membaik, dan pada saat itulah ia dapat divaksinasi dengan vaksin mahkota baru.
Vaksinasi dini dengan vaksin mahkota baru akan memungkinkan tubuh untuk mengembangkan respons kekebalan sedini mungkin, yang bermanfaat untuk pencegahan penyakit.