Orang dengan gula darah tinggi tidak cocok mengonsumsi terlalu banyak nasi dan mie olahan serta makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak. Glukosa darah tinggi mengacu pada kadar glukosa yang tinggi di dalam darah, dan sebagian besar penyerapan glukosa ke dalam darah berasal dari saluran asupan makanan. Oleh karena itu, pola makan memiliki pengaruh yang besar terhadap fluktuasi glukosa darah, sehingga perlu untuk mengontrol pola makan dengan baik. Bagi penderita glukosa darah tinggi, penting untuk sebisa mungkin menghindari asupan makanan olahan yang berlebihan seperti beras olahan, mie olahan, pasta, dan mie. Makanan pokok sehari-hari dapat berupa campuran kasar dan halus, peningkatan moderat dalam asupan gandum, quinoa, jagung, dan biji-bijian kasar lainnya. Orang dengan glukosa darah tinggi tidak cocok untuk makan makanan dengan kadar gula tinggi, seperti kue, makanan penutup, teh susu, dll., dan perlu mengontrol asupan produk sukrosa dan fruktosa secara ketat (misalnya sirup jagung). Orang dengan glukosa darah tinggi juga perlu mengontrol lipid darah dan tekanan darah secara ilmiah, sehingga asupan garam dianjurkan untuk dibatasi kurang dari 5g per hari, dan tidak cocok untuk mengonsumsi semua jenis produk yang diawetkan (bacon, sosis yang diawetkan, acar, acar, dll.), serta daging berlemak, jeroan hewan, makanan yang digoreng, makanan yang dibakar, dll. Orang dengan glukosa darah tinggi harus memiliki diet ilmiah. Meskipun tidak ada kontraindikasi diet yang mutlak, diet yang tidak sehat harus dihindari sebisa mungkin dan perhatian harus diberikan untuk mengontrol asupan makanan yang wajar. Konsultasi tersedia