Gejala osteoporosis pada lansia meliputi nyeri, kelemahan, deformasi tulang belakang dan patah tulang.
1. Nyeri: Pasien sering merasakan nyeri pada tulang-tulang tubuh, nyeri dan kelemahan pada punggung bagian bawah, dan pada kasus yang parah, mereka mengalami kesulitan untuk membalikkan badan, duduk dan berjalan.
2. Kelemahan: pasien mudah lelah, diperburuk oleh aktivitas, dan daya tahan tubuh berkurang.
3. Kelainan bentuk tulang belakang: beberapa pasien mungkin memiliki tinggi badan yang pendek, bungkuk, kelainan bentuk tulang belakang, dan ekstensi yang terbatas. Beberapa pasien memiliki kelainan bentuk dada akibat fraktur, sehingga mempengaruhi fungsi kardiopulmoner.
4. Fraktur: Pasien sering mengalami patah tulang karena berdiri tegak atau karena aktivitas sehari-hari lainnya. Lokasi yang umum adalah vertebra toraks, vertebra lumbal, pinggul, ulna distal, dll. Pasien osteoporosis usia lanjut sering mengalami patah tulang rapuh yang berulang.
Jika ada rasa tidak nyaman, perlu dilakukan pemeriksaan yang relevan di bawah bimbingan dokter untuk memperjelas diagnosis dan menstandarisasi pengobatan untuk menghindari penundaan kondisi.