Untuk wanita usia subur dengan siklus menstruasi yang teratur, siklus menstruasi bervariasi antara 21 hingga 35 hari, dengan rata-rata 28 hingga 30 hari. Ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya atau sekitar 16 hari setelah menstruasi. Jika periode antara 3 dan 7 hari, maka ovulasi terjadi sekitar 9 hingga 13 hari setelah menstruasi selesai. Berhubungan intim saat ovulasi dapat meningkatkan peluang kehamilan secara signifikan. Sebaliknya, jika tidak ada kehamilan yang direncanakan, penting untuk menggunakan kontrasepsi yang efektif selama periode ini untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, bagi wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur yang tidak memiliki masa ovulasi yang teratur, ovulasi dapat dideteksi dengan tes ovulasi atau USG panggul untuk memantau ukuran folikel. Ketika tes ovulasi berubah dari hasil positif menjadi negatif, dan ketika diameter folikel mencapai sekitar 2 cm, maka hal ini mengindikasikan bahwa ovulasi akan segera terjadi. Ovulasi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti larut malam atau perubahan lingkungan atau bahkan perubahan emosi, yang dapat menyebabkan ovulasi terjadi lebih awal atau lebih lambat.