Kriteria gangguan pendengaran

  1 . Definisi disabilitas pendengaran Disabilitas pendengaran Disabilitas pendengaran mengacu pada gangguan pendengaran permanen di kedua telinga dengan derajat yang berbeda-beda karena berbagai alasan, sehingga orang tidak dapat mendengar atau tidak dapat mendengar suara lingkungan dan ucapan di sekitarnya, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan partisipasi sosial.  2 . Klasifikasi kecacatan pendengaran Klasifikasi kecacatan pendengaran Tingkat kecacatan pendengaran I: struktur dan fungsi sistem pendengaran kerusakan yang sangat parah, gangguan pendengaran rata-rata telinga yang lebih baik ≥ 91dBHL, tanpa bantuan alat pendengaran, tidak dapat mengandalkan pendengaran untuk komunikasi bicara, dalam pemahaman dan komunikasi dan kegiatan lainnya sangat terbatas, dalam partisipasi kehidupan sosial ada hambatan yang sangat serius.  Ketidakmampuan Mendengar Level 2: Gangguan parah pada struktur dan fungsi sistem pendengaran, gangguan pendengaran rata-rata di telinga yang lebih baik antara 81-90 dBHL, keterbatasan parah dalam memahami dan berkomunikasi tanpa bantuan alat bantu dengar, dan gangguan parah dalam berpartisipasi dalam kehidupan sosial.  Tingkat Ketidakmampuan Mendengar 3: Gangguan struktur dan fungsi sistem pendengaran yang cukup parah, dengan gangguan pendengaran rata-rata di telinga yang lebih baik antara 61-80 dBHL, keterbatasan sedang dalam memahami dan kegiatan komunikasi tanpa bantuan alat bantu dengar, dan gangguan sedang dalam berpartisipasi dalam kehidupan sosial.  Gangguan Pendengaran Level 4: Gangguan sedang pada struktur dan fungsi sistem pendengaran, gangguan pendengaran rata-rata di telinga yang lebih baik antara 41-60 dBHL, keterbatasan ringan dalam memahami dan kegiatan komunikasi tanpa bantuan alat bantu dengar, dan gangguan ringan dalam berpartisipasi dalam kehidupan sosial.