Nyeri pada lutut pada usia 30 tahun umumnya dikaitkan dengan artropati patellofemoral dan cedera meniskus lutut, sebagai berikut: Pertama, artropati patellofemoral: sendi patellofemoral terutama membutuhkan tenaga saat berjalan naik dan turun tangga dan jongkok, dan jika terjadi peradangan lokal serta keausan sendi, maka akan timbul gejala nyeri lutut, disertai dengan gerakan sendi yang terbatas dan, dalam kasus penyakit yang berlangsung lebih lama, atrofi otot-otot tungkai. MRI dapat menunjukkan lokasi dan luasnya lesi. Kedua, kerusakan meniskus: Pada pasien usia muda dan paruh baya, robekan meniskus dapat terjadi saat berolahraga, yang mengakibatkan nyeri lutut dan gerakan terbatas. Cedera pada tanduk posterior meniskus dapat terasa nyeri saat jongkok, sedangkan cedera pada tubuh dapat terasa nyeri saat berjalan. Diagnosis dapat dipastikan dengan MRI dan biasanya diobati dengan bedah artroskopi invasif minimal, yang dapat meredakan nyeri.