Perbedaan antara jahe dan jahe kering terletak pada metode persiapan, khasiat obat, khasiat dan pengobatan utama. Jahe berkhasiat untuk meredakan flu, menghentikan muntah dan meredakan batuk, sedangkan jahe kering berkhasiat untuk meredakan flu, mengembalikan Yang ke pembuluh darah dan menghangatkan paru-paru.
1. Metode persiapan: Jahe adalah rimpang segar jahe dalam keluarga jahe, dan jahe kering adalah rimpang kering jahe dalam keluarga jahe.
2. Sifat Obat: Jahe menyengat, sedikit hangat, dan termasuk dalam meridian paru-paru, limpa dan perut; jahe kering menyengat dan panas, dan termasuk dalam meridian limpa, perut, ginjal, jantung dan paru-paru.
3. Efek: Jahe memiliki efek menyebarkan dingin (menghilangkan dingin dari permukaan tubuh), menghangatkan limpa dan perut untuk menghentikan muntah (menghangatkan limpa dan perut untuk mengobati muntah yang disebabkan oleh dingin di perut), mengatasi dahak dan meredakan batuk, dan menghilangkan toksisitas ikan dan kepiting, sedangkan jahe kering memiliki efek menghangatkan bagian tengah dan menyebarkan dingin (menghangatkan limpa dan perut untuk menghilangkan dingin), memulihkan Yang dan membuka pembuluh darah, dan menghangatkan paru-paru dan mengubah cairan menjadi minuman (menghangatkan paru-paru untuk mendorong operasi air yang telah berhenti menumpuk).
4. Indikasi: Jahe dapat digunakan untuk mengobati flu angin, masuk angin, masuk angin dan muntah, dahak dingin dan batuk, keracunan ikan dan kepiting. Jahe kering dapat digunakan untuk mengobati sakit dingin di perut dan perut (perut dan perut terasa dingin dan nyeri), muntah dan diare, tungkai dan denyut nadi dingin, minuman dingin dan batuk.
Jahe dan jahe kering dapat dengan mudah membantu membakar dan merusak yin, dan tidak boleh digunakan oleh orang yang mengalami panas dalam atau kekurangan yin dan panas dalam.
Jika Anda merasa tidak enak badan, silakan berkonsultasi dengan dokter dan gunakan obat di bawah bimbingan dokter, jangan gunakan obat sendiri, agar tidak menyebabkan kerusakan pada organisme.