Banyak orang yang tidak asing dengan dislokasi sendi temporomandibular (umumnya dikenal sebagai rahang yang turun), tetapi hanya sedikit yang pernah mendengar tentang kelainan sendi temporomandibular. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat sejumlah pasien yang dirawat di bangsal gigi kami dengan gangguan ini. Karena orang hanya mengetahui sedikit tentang gangguan ini, mereka bahkan tidak menganggapnya sebagai penyakit dan sering tidak menganggapnya serius sampai mereka harus dirawat di rumah sakit untuk menjalani pembedahan. Jadi, apa sebenarnya gangguan TMJ itu? Dan apa yang bisa kita lakukan? I. Apa itu gangguan TMJ? Gangguan sendi temporomandibular (TMJ) adalah salah satu gangguan yang paling umum pada daerah mulut dan rahang atas, yang terjadi pada orang dewasa muda dan lebih banyak terjadi pada wanita. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, Anda harus waspada terhadap kemungkinan terkena gangguan ini. 1. Nyeri sendi temporomandibular Biasanya, sendi tidak mengalami nyeri tanpa sebab. Rasa sakit ketika sendi mengalami gangguan tidak terlihat ketika Anda bangun di pagi hari dan perlahan-lahan akan meningkat seiring dengan aktivitas sehari-hari dan makan, dan pada kasus yang parah dapat disertai dengan sakit gigi dan sakit kepala. 2. Fungsi sendi yang tidak normal Misalnya, jika bukaannya terlalu besar atau terlalu kecil, atau jika mulut tiba-tiba “macet” saat membuka atau menutupnya, atau jika sudut mulut terlihat bengkok saat membukanya, ini semua adalah fungsi sendi yang tidak normal. 3. Sendi berderak Saat membuka atau menutup mulut, tiba-tiba Anda mendengar suara “berdebum”. II. Penyebab gangguan TMJ? Sebagian orang mungkin bertanya, “Mengapa hal ini terjadi pada sambungan yang sangat bagus? Ketika Anda mengunjungi dokter gigi, Anda akan ditanyai tentang riwayat medis Anda secara rinci, jadi pastikan untuk berpikir dengan hati-hati dan mengatakan yang sebenarnya. 1, faktor oklusal Gigi dengan keausan yang berlebihan, terlalu banyak gigi geraham yang hilang, gigi palsu yang buruk, kunjungan ke dokter gigi baru-baru ini untuk restorasi yang buruk atau bantalan gigi yang terlalu tinggi untuk menambah jarak antara gigi, dll., membuat struktur internal sendi menjadi tidak seimbang, dapat menyebabkan gangguan TMJ. 2. Faktor trauma Menggeretakkan gigi di malam hari, menggigit benda keras, mengunyah permen karet dalam waktu yang lama, rangsangan dingin pada wajah, cedera pada wajah akibat berkelahi dengan orang lain, trauma ringan akibat salon kecantikan, menggigit benda keras secara tiba-tiba atau membuka mulut terlalu lebar saat menguap, semua hal tersebut dapat menyebabkan ketegangan dan memar pada persendian, disfungsi otot pengunyahan, serta menyebabkan penyakit ini. 3. Faktor-faktor lain Laju kehidupan manusia modern yang penuh tekanan membuat mereka terlalu gugup dan gelisah, yang juga merupakan faktor yang dapat dengan mudah memicu penyakit. Bagaimana cara mengatasi gangguan TMJ? 1. Perbaiki kebiasaan buruk Belajarlah untuk rileks secara mental, dan mereka yang terlalu tegang dapat diobati dengan obat-obatan, makanan yang lebih lembut, sebaiknya tanpa permen karet, dan mereka yang menggemeretakkan gigi di malam hari dapat memakai bantalan gigi untuk tidur. 2, konsultasi tepat waktu Jika timbulnya penyakit harus pergi ke klinik mulut sesegera mungkin, nyeri sendi dapat mengikuti saran medis untuk minum obat penghilang rasa sakit, tetapi juga injeksi rongga sendi lidokain yang layak. 3 . Perawatan bedah Perawatan konservatif dapat dipilih pada tahap awal penyakit, tetapi jika berkembang menjadi osteoartritis dan secara serius mempengaruhi kehidupan pasien, perawatan bedah harus dilakukan. Gangguan sendi temporomandibular sering berkembang secara siklis, terutama ketika mengalami stres emosional, jadi jika terjadi, Anda harus mengunjungi klinik gigi dan mulut sedini mungkin agar Anda bisa terlindungi dari penyakit yang tampaknya bukan penyakit ini!