Dapatkah Dislokasi Kebiasaan Dipulihkan dengan Olahraga

Masalah utama dislokasi kebiasaan adalah kelemahan struktur jaringan. Hal ini dapat dibantu dengan melatih otot-otot di sekitar sendi bahu untuk memperkuat otot dan meningkatkan stabilitas sendi, tetapi tidak dapat dipulihkan hanya dengan berolahraga, dan pembedahan diperlukan jika perlu.
Dislokasi yang biasa terjadi dapat diperkuat dengan melatih kekuatan kelompok otot korset bahu termasuk otot deltoid, trapezius, latissimus dorsi, otot pengangkat skapula, dan otot pektoralis mayor untuk meningkatkan perlindungan sendi bahu. Ketika kekuatan otot meningkat, kekencangan sendi diperkuat dan dislokasi yang biasa terjadi dapat dipulihkan.
Dislokasi kebiasaan umumnya dapat dilakukan dengan melakukan latihan yoga atau berlatih Tai Chi. Jangan melakukan gerakan besar atau aktivitas berat, dan secara teratur memeriksa kekuatan bahu untuk meningkatkan stabilitas bahu.
Pasien perlu memperhatikan pemanasan sebelum berolahraga. Hindari gerakan sendi yang berlebihan selama beraktivitas. Pasien dengan sendi terkilir harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk melakukan reposisi dan perbaikan sendi, dan tidak boleh memajukan waktu rehabilitasi sendiri, yang dapat mempengaruhi pemulihan sendi. Pasien dengan riwayat dislokasi sendi harus menghindari mengangkat benda berat dengan anggota tubuh yang terkena atau meregangkan anggota tubuh yang terkena secara berlebihan.
Disarankan agar pasien berolahraga di bawah bimbingan dokter untuk menghindari dislokasi ulang akibat postur tubuh yang tidak tepat, dan konsultasikan dengan dokter jika merasa tidak nyaman selama proses olahraga dan ikuti instruksi dokter.