Apa saja gejala sindrom apnea

Gejala sindrom apnea meliputi manifestasi siang hari dan malam hari. Manifestasi siang hari meliputi rasa kantuk, pusing dan kelelahan, kelainan perilaku mental, dan sakit kepala, sedangkan manifestasi malam hari meliputi mendengkur, apnea, dan terbangun karena tercekik. 1. Manifestasi siang hari: (1) Mengantuk: merupakan gejala yang paling umum. (2) Pusing dan kelelahan: pasien sering mengalami tingkat pusing, kelelahan dan kelemahan yang berbeda. (3) Kelainan perilaku mental: seperti kehilangan ingatan dan kurangnya konsentrasi. (4) Sakit kepala: sering kali pada pagi hari atau malam hari, rasa sakit yang tersembunyi sering terjadi, tidak intens. (5) Perubahan kepribadian: seperti mudah tersinggung, gelisah, cemas, dll. Depresi juga dapat terjadi. (6) Hipogonadisme: beberapa pasien mungkin mengalami hipogonadisme. 2. Manifestasi nokturnal: (1) Mendengkur: mendengkur tidak teratur dan dengan ketinggian yang berbeda. (2) Apnea: 75% pasien mengalami apnea, dan apnea sebagian besar terjadi dengan mengi, menahan terjaga atau mendengkur keras dan penghentian. (3) Bangun dengan sesak napas: terbangun secara tiba-tiba saat tidur, sering kali disertai dengan gerakan anggota tubuh yang tidak disengaja dan berguling. (4) Hiperaktif dan gelisah: karena terjadinya hipoksemia, pasien sering berguling dan berbalik saat tidur. (5) Keringat berlebih: keringat lebih banyak di leher dan dada bagian atas. (6) Nokturia: beberapa pasien lebih sering buang air kecil di malam hari. (7) Perilaku tidur yang tidak normal: dimanifestasikan sebagai pengembaraan di malam hari, halusinasi, bergumam, dll. Pasien dengan sindrom apnea harus pergi ke rumah sakit tepat waktu dan menerima perawatan standar di bawah bimbingan dokter.