Bayi yang suka memiringkan kepala dapat disebabkan oleh fenomena fisiologis normal, strabismus otot, strabismus tulang, strabismus mata, dan alasan lainnya.
1. Fenomena fisiologis normal: Jika bayi berusia tiga bulan, tanpa tangisan yang tidak normal, kesulitan menyusui, dan gejala lainnya, memiringkan kepala mungkin merupakan fenomena fisiologis yang normal.
2. Leher rahim mioklonik: biasanya dimanifestasikan sebagai kontraktur abnormal atau fibrosis pada otot leher, yang membatasi pergerakan leher, yang mengarah pada fenomena bayi suka memiringkan kepalanya.
3. Strabismus tulang: biasanya disebabkan oleh kelainan bawaan pada tulang leher, dan dapat disertai dengan gejala-gejala seperti leher pendek. Pada kasus yang parah, gerakan leher jelas terbatas, sehingga bayi lebih suka memiringkan kepalanya.
4. Oftalmoplegia: biasanya disebabkan oleh kelumpuhan bawaan pada otot mata, dengan gejala umum seperti kelumpuhan unilateral atau bilateral pada otot oblik atas. Untuk bayi yang tidak memiliki kelainan yang jelas pada otot dan tulang leher, tetapi tidak ada perbaikan dalam memiringkan kepala, perhatian harus diberikan pada kelumpuhan okulomotor.
Mungkin ada banyak alasan lain mengapa bayi suka memiringkan kepalanya. Orang tua disarankan untuk membawa bayi mereka ke dokter tepat waktu untuk mengetahui penyebab penyakit dan mendapatkan perawatan yang sesuai.