Lebih dari separuh pasien memiliki riwayat “pielonefritis akut”, yang sebenarnya bukan pielonefritis akut, melainkan gejala pertama pielonefritis kronis, yang diikuti dengan rasa tidak enak badan, demam ringan yang terputus-putus, anoreksia, sakit pinggang, sakit punggung, ketidaknyamanan ringan pada kuadran bawah atau perut, serta iritasi saluran kemih bagian bawah, seperti frekuensi kencing, desakan kencing, dan rasa sakit. Serangan akut juga dapat terjadi, sedangkan perjalanan penyakit kronis yang khas lebih berbahaya. Nefrosklerosis arteri kecil jinak disebabkan oleh hipertensi jinak kronis yang tidak terkendali, semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama berlangsung, semakin parah lesi. Lesi arteri terutama berupa lesi seperti kaca pada dinding arteri kecil yang masuk ke dalam bola mata, dan penebalan intima pada dinding arteri interlobular dan arkuata, yang menyebabkan kerusakan parenkim ginjal iskemik. Semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama berlangsung, semakin parah lesi. Lesi arteri terutama merupakan lesi seperti kaca pada dinding arteri kecil yang masuk ke dalam bola mata. Secara ringkas, kondisi yang diperlukan untuk diagnosis adalah: (i) Hipertensi primer. (ii) Hipertensi yang menetap (biasanya >20.0/13.3kPa (150/100mmHg)) selama lebih dari 5 tahun sebelum timbulnya proteinuria. (iii) Terdapat proteinuria yang persisten (biasanya ringan sampai sedang) dengan fraksinasi mikroskopis yang rendah. ④Terdapat arteriosklerosis retina atau perubahan retina aterosklerotik. ⑤Tidak termasuk semua jenis penyakit ginjal primer. (vi) Tidak termasuk penyakit ginjal sekunder lainnya.