Asma yaitu asma bronkial, penelitian saat ini bahwa timbulnya asma bronkial dan faktor genetik dan lingkungan memiliki korelasi yang signifikan. 1. Keturunan: Asma adalah penyakit kompleks dengan kecenderungan genetik poligenik, dan timbulnya memiliki fenomena pengelompokan keluarga, semakin dekat hubungan kekerabatan, semakin tinggi prevalensinya. Studi asosiasi seluruh genom telah mengidentifikasi sejumlah gen kerentanan asma, seperti YLK40, IL6R, PDE4D, dan L33. Namun, prevalensi asma pada orang yang memiliki gen kerentanan asma sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 2. Lingkungan: termasuk faktor alergen, seperti alergen dalam ruangan (tungau debu, hewan peliharaan, kecoa), alergen luar ruangan (serbuk sari, serbuk sari rumput), alergen akibat kerja (cat, pewarna reaktif), makanan (ikan, udang, telur, susu), obat-obatan (ikan, udang, telur, susu) Susu), obat-obatan (aspirin, antibiotik) dan faktor non-alergi seperti polusi udara, merokok. Olahraga dan obesitas dapat memicu asma. Selain penyebab genetik dan lingkungan, masih banyak pemicu lain yang dapat memicu asma, seperti: perubahan iklim yang tiba-tiba, olahraga berat, infeksi saluran pernapasan, dan psikosomatis.