-1.25 berarti 125 dioptri miopia dan bukan merupakan indikasi ketajaman penglihatan, di mana tanda minus (-) untuk miopia dan 1.25 untuk kekuatan refraksi. 1.25 adalah kelainan refraksi, biasanya diikuti dengan huruf D, yang merupakan satuan kelainan refraksi, tetapi tidak boleh digunakan untuk menentukan ketajaman penglihatan mata pasien. Tanda minus di depan indeks refraksi menunjukkan miopi, sedangkan tanda plus menunjukkan hipermetropi, misalnya, -1.25D berarti 125 derajat miopi, dan +2.75D berarti 275 derajat hipermetropi. Miopi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, dan umumnya semakin tinggi derajat miopi, semakin jelas kehilangan penglihatannya. Namun, tidak ada hubungan kuantitatif satu-ke-satu di antara keduanya, sehingga ketajaman penglihatan pasien tidak dapat disimpulkan berdasarkan miopia pasien, dan pasien dapat memperjelas tingkat ketajaman penglihatan melalui pemeriksaan ketajaman penglihatan. Disarankan agar pasien miopia berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menilai kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan.