Setelah diagnosis virus corona baru, diperlukan isolasi, perawatan, dan pemeriksaan rutin.
1. Isolasi: Virus corona baru memiliki kemampuan penularan yang kuat, terutama melalui saluran pernafasan, mudah menyebabkan infeksi yang meluas, sehingga setelah didiagnosis, pasien harus segera pergi ke rumah sakit yang ditunjuk untuk diisolasi dan diobati.
2. Pengobatan: Tidak ada obat khusus untuk pneumonia virus corona baru, dan pengobatan simtomatik, pengobatan suportif, dan pengobatan umum adalah andalan.
Beberapa pasien membutuhkan obat antivirus seperti lopinavir, dan antibiotik seperti sefalosporin jika dikombinasikan dengan infeksi bakteri. Untuk pasien dengan gangguan pernapasan yang parah atau hipoksemia, intubasi endotrakeal dan teknik bantuan pernapasan diperlukan. Perawatan umum seperti istirahat di tempat tidur, minum lebih banyak air panas.
3. Pemeriksaan rutin: Baik kasus CKP ringan maupun berat memerlukan pemeriksaan asam nukleat dan suhu secara rutin, dan jika perlu, CT paru-paru.
Jika ada riwayat kontak dekat dengan pasien dan gejala terkait, disarankan agar pasien diisolasi dan secara aktif mencari perhatian medis.
Tips] Dalam artikel ini, istilah “pneumonia koroner baru dan pneumonia virus koroner baru” telah diubah namanya menjadi “infeksi virus koroner baru” pada tanggal 26 Desember 2022, seperti yang diumumkan oleh Komisi Kesehatan Nasional.