Menurut petunjuk penggunaan obat, tenofovir diindikasikan untuk orang dewasa dan anak-anak berusia ≥12 tahun dan harus diminum 300 mg (satu tablet) sekali sehari saat perut kosong atau dengan makanan. Tenofovir, yang nama lengkapnya adalah tablet tenofovir disoproxil fumarat, umumnya digunakan dalam pengobatan hepatitis B kronis dan HIV. Cara yang benar untuk mengonsumsi tablet tenofovir disoproxil fumarat adalah melalui mulut, 300mg (satu tablet) sekali sehari, saat perut kosong atau dengan makanan. Tablet tenofovir disoproksil fumarat diindikasikan untuk pengobatan hepatitis B kronis pada orang dewasa dan pada pasien anak berusia ≥12 tahun (berat badan >35kg). Keamanan dan kemanjuran tablet tenofovir disoproksil fumarat belum diteliti pada pasien anak dengan hepatitis B kronis dengan berat badan kurang dari 35 kg. Untuk pengobatan AIDS, obat ini diindikasikan untuk pasien dewasa. Data dari penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa obat ini dapat digunakan pada pasien berusia 2-18 tahun dalam kisaran dosis yang direkomendasikan. Untuk lansia Mengingat pasien lansia mengalami penurunan fungsi hati, ginjal, dan jantung, dan sering disertai dengan penyakit lain atau penggunaan obat lain, maka pasien tersebut harus diperlakukan dengan hati-hati saat menggunakan obat ini. Reaksi merugikan yang umum terjadi pada obat ini termasuk kelemahan umum, gangguan saluran cerna ringan hingga sedang seperti diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah. Tablet tenofovir disoproksil fumarat harus digunakan sesuai dengan saran medis.